Minggu, 28 Desember 2008

Selama kurang lebih 6 Bulan Wong Movie nggak shooting, akhirnya pada bulan ini Wong Movie melanjutkan kembali syuttingnya untuk adegan Fanda dan Rissa di atas gedung. Untunglah Wong Movie masih bisa jalan walaupun masih ada personil yang sibuk sama urusannya masing-masing. Namun walau hanya Black, Dani, Iin, Uni, Dipo, Nike dan Randy Wong Movie tetap bisa shooting untuk pengambilan adegan di atas gedung.

Wong Movie berterima kasih kepada Hendra yang telah mengizinkan kami semua untuk memakai lokasinya. Karena tanpa Hendra mungkin Wong Movie akan kerepotan untuk lokasi di atas gedung.

Shooting untuk tanggal 26 Desember 2008 di mulai jam 3 sore. Walau hanya ada 7 personil Wong Movie masih tetap bisa berjalan dengan efektif walau ada kendala pada Kamera yang dipakai. Dan setelah pengambilan gambar Randy sering kali lupa dialog, hingga menghabiskan beberapa take gambar.

Setelah selesai shooting untuk adegan di atas gedung, Wong Movie akan mengambil adegan tabrakan yang lokasinya masih belum ditentukan. Jadi harus survei dulu nih. Setelah magrib Kru Wong Movie pun berangkat dan kumpul di depan lapangan Pakir Bumi Sriwijaya. Setelah itu Mereka makan di GOR. Dari GOR Wong Movie menuju Garuda dan sangat kebetulan kami bisa dapat tempat shooting disana.

Untuk Shooting adegan ini semua serba kritis, dari mulai lampu jalan yang otomatis mati, kamera membutuhkan head cleaning, hingga tempat yang tidak begitu mendukung untuk adegan ini.

Entah kenapa Kru sangat mendambakan adegan Fanda ditabrak mobil? Hm... Sungguh adegan yang sedikit extrime.. Namun semuanya bisa selesai tapi para Kru tidak tahu bagai mana hasilnya? Apalagi ada kendala head nya butuh di cleaning... hal yang dikhawatirkan adalah hasil dari gambarnya tidak seperti yang diharapkan.. tapi semoga saja semua bisa berjalan lancar.

Tinggal penyelsaian tempat terakhir untuk shooting yang terakhir... simak Catatan Kegiatan Wong Movie berikutnya...

Jumat, 25 Juli 2008

Istirahat Panjang

Jadi bingung nih? Hampir sebulan lebih Wong Movie vacum, alasannya sih istirahat kemudian dilanjutkan dengan adanya UAS dikampus kami. Hal tersebut membuat kami nggak pernah kumpul apa lagi buat film selama 1 bulan.. mungkin bisa lebih? Wah ini sudah gawat! personilnya udah pada males-malesan.

Rencananya sih mau kumpul udah UAS, tapi sayangnya nggak ada satupun dari anggota Wong Movie yang mau kumpul alias sibuk mudik setelah UAS.. Sungguh menyedihkan. Hal ini membuat Wong Movie diambang ke vacuman yang akan lama... tapi mau bagaimana lagi semuanya udah pada sibuk masing-masing. Projek perdana aja nggak selesai gimana projek selanjutnya? Wah bisa kacau.

Harapan dari Wong Movie, mungkin kita semua bisa kumpul lagi dan bisa mulai sutting dan selesai in film kita. Malu dong kalau nggak selesai.. Wong Movie cuma bisa omong doang dong? Buktiin kalau kita emang bener-bener bisa!

Jumat, 20 Juni 2008

Shooting Ketiga WM

Minggu, tanggal 15 Juni 2008


Hari ini adalah hari ketiga WM(Wong Movie)syuting. Semua kru kumpul dirumah Dani dan membicarakan sedikit tentang rencana hari ini. Hari ini inginnya Wong Movie menyelesaikan semua syuting di malam hari. Sutradarapun setuju dengan hal tersebut dan tinggal merealisasikannya saja.

Setelah siang dan hampir mendekati sore semua kru yang hadir saat itu Dani, Randy, Dipo, Maya, Iin dan Black berangkat kerumah Sutradara untuk persiapan. Sedangkan yang lainnya menyusul.

Setiba dirumah sutradara Randy, Dani dan Maya mencoba membuat darah tiruan untuk adegan tabrakan. Dan hasilnya cukup bagus, tinggal diterapkan saja. Kemudian yang lainnya merias artis yang akan terjun nanti. Dan setelah semuanya siap kamipun berangkat.. untuk syuting. Lokasi yang kami tuju adalah warung bakso untuk adegan percakapan Rissa dan teman-temannya. Sambil makan sambil syuting..

Artist : Nike, Dian, Iin, Fitri & David
Kameraman : Dipo
Sutradara : Randy
Astrada : Dani
Makeup Artist : Fitri & Desi
Dokumentasi : -
Crew : Aban & Sapardi
Lokasi : Warung Bakso
Waktu : Malam

Syutingnya kurang maksimal, disebabkan tempat syuting adalah tempat berjualan dan waktunya mepet sekali. Jadi setelah syuting di warung bakso kami harus berangkat lagi ke lokasi berikutnya.

Sutradara langsung berangkat duluan dan mengadakan peninjauan lapangan dan lokasi sudah ditemukan yaitu di belakang kafe Volcano. Sungguh disayangkan para kru kerjanya agak molor. Semuanya terlihat nggak jelas mau ngelakuin apa? Tapi syuting tetap harus dimulai.. dan akhirnya syuting dimulai setelah perlengkapan siap. Hari ini syuting tanpa tripod couse dan dipake, jadi Dipo mempunya kendala yang sangat sulit untuk mengambil gambar.

Adegan yang akan diambil adalah saat Fanda coba berlari dari kafe dan bertemu dengan Rissa di belakang kafe.

Artist : Randy as Fanda & Nike as Rissa
Kameraman : Dipo
Sutradara : Randy
Astrada : Dani
Makeup Artist : Fitri
Dokumentasi : -
Crew : Sapardi, David & Aban
Lokasi : Belakang kafe Volcano
Waktu : Malam

Syuting yang terbilang sulit ini memang agak merepotkan apa lagi kami dikejar-kejar waktu.. Syuting selesai dan berangkat ke lokasi berikutnya. Saat itu kamipun mau memakai lokasi di PTC untuk adegan tabrakan tapi tidak bisa dikarena kami harus izin tempat dulu, hal itu akan memakan waktu yang cukup lama sehingga kami ambil inisiatif untuk membatalkan syuting adegan tabrakan dan mengambil syuting adegan yang lain di lokasi GOR lagi. Sedangkan Adegan yang kami dapatkan Maya membawa mobil dan di dalamnya Dipo sedang mengambil gambar.

Berangkat ke GOR untuk syuting yang terakhir di lokasi ini. Saat itu kami kebingungan karena lokasi buat kami syuting agak ramai. Jadi sulit untuk melakukan syuting.. semuanya pada molor nggak tau deh.. hampir 1 jam lebih kami tidak melakukan kegiatan syuting.. dan ini membuang-buang waktu kami. Dan dengan sedikit desakan kamipun syuting saat jam hampir menunjukan pukul 11 malam.

Syutingpun dimulai ini adegan dimana Fanda bertemu dengan Rissa untuk kedua kalinya setelah di gedung.

Artist : Nike as Rissa & Randy as Fanda
Kameraman : Dipo
Sutradara : Randy
Astrada : Dani
Makeup Artist : Fitri
Dokumentasi : -
Crew : David & Sapardi
Lokasi : GOR
Waktu : Malam

Adegan ini dilakukan dengan tergesah-gesah dikarenakan papanya Nike sudah nelpon. Memang ini salah kami soalnya kami janji selesai syuting dan nganter Nike kerumahnya dibawah jam 11 malam. Tapi mau bagaimana lagi hari ini molor. Lagi pula hari ini Nike banyak sekali nelpon sehingga sedikit mengganggu kegiatan syuting.

Selesai adegan ini kamipun langsung bergegas untuk pengambilan adegan berikutnya. dimana Rissa bertanya kepada tukang sapu.

Artist : Nike as Rissa & Aban as Tukang sapu
Kameraman : Dipo
Sutradara : Randy
Astrada : Dani
Makeup Artist : Fitri
Dokumentasi : -
Crew : David, Randy & Sapardi
Lokasi : GOR
Waktu : Malam

Setelah adegan ini selesai kami menyuruh Maya dan Fitri untuk mengantarkan Nike kerumahnya karena ini sudah lewat jamnya. Setelah itu kamipun lanjut ke adegan berikutnya yaitu percakapan antara Fanda dan tukang sapu.

Artist : Aban as Tukang sapu & Randy as Fanda
Kameraman : Dipo
Sutradara : Randy
Astrada : Dani
Makeup Artist : -
Dokumentasi : -
Crew : David & Black
Lokasi : GOR
Waktu : Malam

Adegan yang satu ini dilakukan secara asal-asalan dan improvisasi yang terlalu berlebihan malah hampir nggak ada di naskah apa yang di bicarakan. Tapi lumayan syuting yang satu ini agak polong.. tapi tetep aja kami pulang larut dan itu membuat semua kru pada lelah dan capek semua.

Sepulang syuting kami makan diteraktir Fitri dan setelah itu pulang kerumah masing-masing deh. Sungguh syuting yang melelahkan...


note :
-Sebagian besar syuting hari ini kurang bagus!
-Sedih karane lokasi nggak bisa dipake
-krunya banyakan cari hiburan sendiri-sendiri
-Seharusnya syuting malam ini bisa cepet
-Buat d'Nike plis kalau syuting jangan kebanyakan nelpon.
-Baru tau semua kalau syuting malam itu nggak enak banget...
-Nilai buat syuting hari ini adalah 50 dari 100

Shooting Kedua WM

Minggu, tanggal 8 Juni 2008


Hari ini adalah hari kedua WM(Wong Movie)syuting. Semua Kru kumpul di rumah sutradara. Saat itu semua kru pada ngaret dari jam yang udah ditetapkan. Yang datang baru Nike sama Black aja waktu itu... dan saat itu kami menunggu kru yang lain datang. Tak Lama Iin dan Danipun datang, Dani bercerita kalau dalam perjalanan dia hampir nabrak. Hal itu membuatnya jadi tegang. Dian & Davidpun datang dan sisanya pada belum datang semua. Hari ini katanya banyak yang punya kerjaan.

Kemudian Fitri dan Maya datang, Fitri dan Maya tidak bisa berlama-lama karena mereka masih punya urusan. Jadi Fitri datang untuk make up doang setelah itu pulang. Karena kameramennya masih belum datang, terpaksa mengambil inisiatif untuk syuting, kalau nggak bisa buang-buang waktu. Saat itu dimana kami akan memulai, Dipopun akhirnya datang. Dan akhirnya syutingpun bisa dimulai. Hari ini ngambil take Fanda nelpon Rissa.

Artist : Nike as Rissa & Randy as Fanda
Kameraman : Dipo & Randy
Sutradara : Randy
Astrada : Dani
Makeup Artist : Fitri
Dokumentasi : Aban
Crew : David, Dian, Iin & Sapardi
Lokasi : Rumah Randy
Waktu : Siang

Take pertama berjalan dengan berhasil dan setelah take ini sebenernya mau break, karena make up artisnya nggak ada. Takutnya make up kami luntur. Jadi mau lanjut adegan selanjutnya. Tapi hal itu tertunda dikarena lapangan tempat kami syuting sedang ada orang bekerja. Jadi kami break bentar sampe sore.

Setelah break kamipun mulai syuting take yang kedua. Pengambilan gambar Rissa dan Fanda yang sendan ngecat. Sebelumnya kamipun nyiapin cat dan mulai sedikit ngecat dindingnya agar ada effek kalau dinding udah dicat bukan baru mau dicat? Dan syutingpun dimulai.

Artist : Nike as Rissa & Randy as Fanda
Kameraman : Dipo
Sutradara : Randy
Astrada : Dani
Makeup Artist : -
Dokumentasi : Aban
Crew : David, Dian, Iin & Sapardi
Lokasi : Rumah Randy
Waktu : Sore

Syutingpun selasi di lokasi rumah Randy, dan kami tinggal syuting yang terakhir di GOR. Kemudian krupun mulai membereskan peralatan dan diangkut ke mobil kemudian kamipun siap berangkat ke lokasi syuting berikutnya.. sebelum kami makan dulu.. maklum belum makan semua jadi pada laper.

Oke setelah sekitar jam 19.00 kamipun tiba di GOR dan siap untuk syuting kembali kru yang tinggal sedikit tidak menghalangi kami untuk tetap syuting. Dipo dan Nikepun di dandani oleh Fitri yang baru datang saat itu. Kemudian tugas kami adalah menghidupkan jetset sebagai tenaga listrik untuk penerangan kami nanti. Tapi hal yang buruk terjadi saat itu. Saat menghidupkan jetset tiba-tiba aja talinya putus? Sempat terlintas dipikiran kami semua kalau hari ini bakalan gagal syuting. Dani mencoba cari alternatif lain, Sedangkan Randy, Black, David dan Aban mencoba betuli jetsetnya.

Kendala bermunculan, kunci pas untuk membuka jetsetnya kami nggak ada? Untunglah ada pacarnya Fitri yang selalu bawa kunci pas di motornya jadi kami agak tertolong. Kemudian mulailah kami membongkarnya. Saat itu kamipun sibuk sendiri, bahkan berdebat bagaimna cara memasangnya kembali, karena setelah dibuka kami lupa posisi awalnya? jadi terpaksa menganalisa. Dan dengan penuh perjuangan mesinnya betul dan bisa hidup... waah.. pada kotor semua tangan kami..

Dari situ kami dapat pelajaran kalau di dalam Wong Movie juga ada teknisinya... teknisi dadakan. Lucu emang tapi kalau nggak gitu syuting bisa gagal. Harapan kamipun kembali dan Randy penuh dengan keringat sehabis betulin jetsetnya harus bersiap-siap untuk di make up.

Syuting pun segara dimulai setelah semua perlengkapan siap. Setelah itu kamipun mulai syuting untuk adegan minggu kemaren yang sempet gagal dan hari ini di ulang kembali.

Artist : Nike as Rissa, Randy as Fanda & Dipo as Waria
Kameraman : Dipo & Sapardi
Sutradara : Randy
Astrada : Dani
Makeup Artist : Fitri
Dokumentasi : Aban
Crew : David & Iin
Lokasi : Rumah Randy
Waktu : Sore

Saat syuting Randy banyak melakukan kesalahan, kami harus mengulang pengambilan gambarnya karena dia lupa dialog. Sebab dia nggak pernah ngapal dialog ditambah lagi otaknya baru aja dipake untuk betuli jetset.. jadi ya sedikit error.. eh bukan sedikit.. tapi banyak..

Dipopun ikut berperan disini dan tidak disangka-sangka syuting kami malam ini berjalan lancar dan waktunya lebih cepat dari perkiraan sebelumnya. Hari ini semuanya tersenyum lebar walau udah pada capek, karena hasilnya memuaskan. Dan syutingpun selesai untuk hari ini walau krunya tinggal sedikit. Malam ini kayaknya bisa tidur nyenyak....

note :
-Syuting hari ini lancar walau awalnya banyak yang nggak bisa dateng.
-Kata Iin "Randy nggak bagus banget, sudah dibilangi hapal dialog tapi nggak hapal-hapal jadi salah terus"
-Salut buat kerja Kru hari ini. Ini baru maksimal.
-Waw... Wong Movie ada teknisinya juga ya?
-Pertahankan

Kamis, 19 Juni 2008

Shooting Pertama WM

Minggu, tanggal 1 Juni 2008


Hari ini adalah hari pertama WM(Wong Movie)syuting. Semua kru kumpul dirumah sutradara nyiapin segala sesuatunya untuk keperluan syuting, maklum hari pertama jadi semuanya masih serba dadakan.

Shoot 1 WM ngambil gambar di pertokoan, setelah 1 minggu huntting lokasi dan izin lokasi, ternyata Area PTC nggak bisa dipake, tapi selalu ada solusi buat WM. WM bergerak ke daerah perumnas. Lokasinya banyak ruko yang baru jadi. Dan saat baru datang ke lokasi untunglah kami dapat Izin dari pemilik toko untuk syuting disana.. Dan kamipun mulai syuting...

Artist : Nike as Rissa, Randy as Fanda & Dipo as Waria
Kameraman : Sapardi
Sutradara : Randy
Astrada : Dani
Makeup Artist : Fitri, Maya & Desi
Dokumentasi : Aban
Crew : David, Dian, & Iin
Lokasi : Toko Surya Jaya
Waktu : Sore

Pengambilan gambar saat ini sangatlah rumit, maklum syuting pertama, lagi pula kami harus menghemat batre Handicam untuk syuting selanjutnya.

Setelah suting selesai, hasilnya lumayan, tapi sayang kameramennya masih baru jadi ada sedikit kelalaian dalam pengambilan takenya... yah bisa dimaklumilah asal gambarnya nggak hilang..

Akhirnya WM lanjut lagi syutingnya ke GOR.. diperlajanan ada hambatan, seharusnya cepet jadi lambat... sampe di GOR crew masih belum siap.. masih banyak ngurus ini itu.. bahkan terjadi perubahan rencana pengambilan gambar. Sungguh disayangkan, tapi syuting tetap jalan.. Karena di batasi oleh azan magrib jadi kami harus break dulu.. kerumah Dipo.

Sampe dirumah Dipo Sutradara inget kalau jetset untuk listriknya lupa bawa kabelnya.. al hasil seksi perlengkapan harus turun tangan untuk mengambil kabelnya.. sambil menunggu hal itu krew melanjutkan syutingnya lagi..

Artist : Randy as Fanda, Maya voice & Nike voice
Kameraman : Dipo
Sutradara : Randy
Astrada : Dani
Makeup Artist : -
Dokumentasi : -
Crew : -
Lokasi : Rumah Dipo
Waktu : Malam

Syuting dimulai.. pengambilan gambar sangat Bagus dan tanpa hambatan yang berarti karena emang durasinya singkat..

Setelah dari rumah Dipo kami terpaksa merubah rencana syuting karena tidak memungkinkan disebabkan waktu untuk melanjutkan syuting antara Rissa, Fanda dan Waria terlalu panjang.. Sebelum syuting kamipun makan dulu di GOR setelah itu lanjut lagi deh syutingnya.

Artist : Nike as Rissa, Dani as Dani & Desi as selingkuhan
Kameraman : Dipo
Sutradara : Randy
Astrada : Dani
Makeup Artist : Fitri & Desi
Dokumentasi : Aban
Crew : David, Dian, Black, Iin & Randy
Lokasi : GOR
Waktu : Malam

Syuting kali ini kami membutuhkan cahaya, karena untuk syuting di malam hari tidak memungkinkan lensa handicam kami yang jarak pandangnya sempit. Dan hal yang aneh.. sutradara jadi ligtingmannya.. astrada jadi pembantu umum.. hahaha... Dan selama syuting semua berjalan lancar.. tapi adegan kali ini tidaklan mudah.. karena Dani harus ditampar berkali-kali oleh Nike.. ampe merah pipinya... Dani kamu yang the best untuk adegan tamparan deh.. hehehe.. dan kendala bagi WM adalah aktris kami nggak boleh pulang malem-malem, jadi papanya dateng deh.. kamipun nggak bisa bicara banyak soalnya ini hari pertama syuting yang sangat menyita waktu.. Dengan diakhir adegan tamparan yang bagus, syutingpun selesai.. semua kru berkemas dan pulang..

Syuting hari pertama sungguh melelahkan.. banyak kurangnya sih.. tapi namanya juga baru belajar..

note :
-Sutradaranya nggak bagus, tidak berpengalaman dan emang lebih cocok jadi tukang lampunya.
-Tamparan hari ini membuat Dani dapet award tamparan terbaik.
-krunya banyakan nganggur dan kurang gesit
-Semuanya bisa dimaklumi karena ini hari pertama.